Percobaan pencurian jasad Rasulullah saw

Kisah da'sur mengancam Nabi Muhammad saw
![]() |
| ilustrasi |
Terganggu oleh suara berisik, Rasulullah membuka kedua matanya dan melihat sebilah pedang mengkilap terayun-ayun tepat di atas kepala beliau.
"Siapa yang akan melindungimu sekarang?" bentak Da'sur kasar dan mengejek.
"Allah," jawab Nabi Muhammad saw tenang dan penuh percaya diri.
Da'sur tersentak oleh jawaban Nabi yang sangat tenang, tubuhnya bergetar hingga membuat pedangnya lepas dari tangan.
Nabi bangkit, lalu memungut pedang itu seraya bertanya,
"Siapa yang akan melindungimu sekarang?"
"Tidak ada," jawab ksatria musyrik itu.
"Ada," kata Nabi, "Allah juga yang akan melindungimu.
Ambil kembali pedangmu, dan pergi dari sini!"kata Nabi. Sang ksatria yang keheranan itu pun beranjak pergi meninggalkan Nabi Muhammad saw.
Propaganda kafir quraisy untuk membendung penyebaran islam
![]() |
| ilustrasi |
kaum Quraisy terhadap beliau terbukti tidak mampu membendung arus agama islam yang baru dibawanya.
Kini bahkan orang-orang asing di luar Mekah banyak yang memeluk Islam. Keadaan ini membuat gusar kaum kafir Quraisy.
Mereka pun mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan bagaimana melakukan propaganda yang efektif bagi orang-orang di luar Mekah agar mereka tidak masuk Islam.
Salah seorang berdiri dan berkata, "Kita bisa mengatakan kepada orang-orang asing bahwa Muhammad tidak lebih dari tukang ramal."
Walid bin Mughirah, berkata dengan nada protes, "Orang tidak akan mempercayai pendapat ini. Karena aku sering menemui banyak tukang ramal, namun ucapan dan nasihat Muhammad tidak mirip sama sekali dengan mereka."
Orang kedua menimpali, "Kalau begitu kita bilang saja pada mereka bila Muhammad itu gila". Lagi-lagi Walid membantah, "Ini pun tidak akan bisa meyakinkan orang."
Orang ketiga mengajukan usul, "Kita bilang bahwa Muhammad itu sekedar penyair."
Walid kembali menyanggah, "Aku sangat menguasai dunia syair, tetapi ucapan Muhammad tidak memiliki kemiripan sama sekali dengan syair."
Orang keempat berkata, '"Dia itu tukang sihir" .Walid menimpali, "Keluhuran budi pekertinya, keagungan dakwahnya, dan etika berpakaian Muhammad tidak pernah terlihat pada seorang penyihir pun."
Orang kelima menanyakan kepada Walid tentang pendapatnya, lalu ia menjawab, "Aku tidak tahu bagaimana mengurangi citra Muhammad di mata orang lain.
Ucapannya sangat murni, sangat indah dan mernikat sehingga bisa memisahkan anak dari orangtuanya, orangtua dengan anaknya, istri dari suaminya, bahkan sesama saudara."
Fakta menarik tentang Nabi Muhammad SAW
![]() |
| ilustrasi |
1. Nabi Muhammad SAW tidak mau melepaskan tangannya saat berjabat sebelum mitranya melepaskan terlebih dahulu.
2. Nabi Muhammad SAW tidak pernah menjulurkan kaki ketika duduk di hadapan sahabat-sahabatnya.
3. Nabi Muhammad SAW menoleh dengan seluruh badannya, dan menunjuk dengan seluruh jarinya.
4. Nabi Muhammad SAW jika berbicara sesekali menggigit bibir tanda berpikir, menepuk telapak kiri dengan jari telunjuk.
5. Cetusan yang paling buruk dalam perkataan Nabi Muhammad SAW "Apa yang terjadi pada orang itu? Semoga dahinya berlumur lumpur."
6. Harta Nabi Muhammad SAW yang paling mewah adalah sepasang alas kaki berwarna kuning, hadiah dari Negus,penguasa Abissinia.
7. Nabi Muhammad SAW tinggal di pondok kecil beratap jerami yang kamar-kamarnya dipisahkan oleh batang-batang pohon yang direkat dengan lumpur bercampur kapur.
8. Nabi Muhammad SAW sendiri yang menyalakan api, mengepel lantai, memerah susu dan menjahit alas kakinya yang putus.
9. Santapan Nabi Muhammad SAW yang paling mewah, meski jarang dinikmatinya, adalah madu, susu dan lengan kambing.
10. Nabi Muhammad SAW gagah berani, namun memiliki senyum yang sangat memikat dan malu mempermalukanorang.
11. Nabi SAW menghimpun dalam dirinya 4 tipe manusia secara sempurna, pekerja, pemikir, pengabdiAllah dan seniman.
12. Nabi SAW selalu memilih yang termudah, selama halal, bila berhadapan dengan pilihan.
13. Senyumnya menyejukkan, dilukiskan sebagai butir salju di oase.
14. Beliau tidak pernah sakit gigi. Beliau bersiwak tak kurang 10 kali sehari.
15. Warna kulit beliau putih kemerah-merahan.
SURAT NABI MUHAMMAD SAW KEPADA RAJA NEGUS
Pada tahun keenam dari hijrah, Rasulullah SAW mengutus Amru bin umayyah untuk membawa surat kepada raja negus ( Ashimah ), yakni raja Ethiopia untuk menyerunya kepada agama islam.
Inilah isi surat nabi Muhammad SAW:
"Dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang.
Dari Muhammad Rasulullah,
Kepada An-najhasyi( Ashhimah, raja ethiopia )
Amma ba'du, bahwasannya memuji kepada Allah yang tidak ada tuhan kecuali Dia, Raja, Yang maha suci, Yang maha memelihara. Dan saya menyaksikan bahwa Isa putra maryam itu ialah Ruh Allah dan Tiupan-Nya, Sebagaimana Ia telah menciptakan Adam dengan Tiupan-Nya.
Aku mengajakmu kepada Allah hanya Ia yang esa dan tidak ada sekutu baginya, serta bertakwa hanya kepadaNya. Dan hendaklah engkau mengikuti seruanku serta beriman kepada apa yang aku bawa. Karena aku adalah utusan Allah, aku menyerumu dan menyeru balatentaramu kepada Allah Ta'ala.
Aku telah menyampaikan dan menasehatkan, maka terimalah nasehatku. Sebelumnya aku telah mengutus kepada kalian saudara sepupuku ja'far beserta beberapa orang muslimin, maka berikanlah kepada mereka tempat tinggal yang baik dan jauhkanlah diri dari sifat sombong.
Semoga keselamatan atas orang yang mengikuti petunjuk".
Ketika surat itu selesai dibacanya, lalu diletakkan negus dipelupuk matanya dan diagubgkanya. Lalu surat itu diletakkan di dalam kotak kecil yang terbuat dari gading gajah, seraya berkata:
" Demi Allah, senantiasalah negeri ethiopia akan sentosa selama surat ini berada pada mereka".
Kemudian ia menyatakan keislamanya dan memberikan bai'at kepada ja'far bin abuthalib.
SEMOGA KESELAMATAN ATAS ORANG-ORANG YANG MENGIKUTI PETUNJUK.
HIKMAH PENGUTUSAN NABI MUHAMMAD SAW
SURAT NABI MUHAMMAD KEPADA HERAKLIUS SANG KAISAR ROMAWI
Berikut adalah surat nabi Muhammad yang dikirim kepada kaisar romawi melalui seorang sahabat.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraklius Kaisar Romawi yang agung.
Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Salain dari pada itu, sesungguhnya aku mengajak kamu untuk memeluk Islam. Masuklah kamu ke agama Islam maka kamu akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah memberikan pahala bagimu dua kali dan jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa orang orang Romawi.
“Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimah (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebahagian kita menjadikan sebahagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahawa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (Surah Aali-Imran : 64) [Sahih Al-Bukhari 1/4,5]
Kelanjutan Kisahnya,
Dari Ibnu ‘Abbas r.a. katanya Abu Sufyan mengisahkan kepadanya dari mulut Abu Sufyan sendiri.
berikut kisahnya : “Pada masa berlangsungnya perjanjian Damai antara aku dengan Rasulullah s.a.w., aku pergi berniaga ke Syam. Ketika itu aku sedang berada di sana, disampaikan orang sepucuk surat dari Rasulullah s.a.w kepada Kaisar Heraklius(Hercules), penguasa Rumawi.Yang membawa surat itu adalah Dihyah Al-Kalbi yang langsung menyerahkannya kepada Penguasa Basrah. Selanjutnya, Penguasa Basrah menyerahkan kepada Hiraklius. Hiraklius lalu bertanya: Apakah di sini terdapat seorang dari kaum lelaki yang mengaku sebagai nabi ini?
Mereka menjawab: Ya! Maka aku pun dipanggil bersama beberapa orang Quraisy lainnya sehingga masuklah kami menghadap Hiraklius. Setelah mempersilakan kami duduk di hadapannya,Hiraklius bertanya: Siapakah di antara kamu sekalian yang paling dekat nasabnya dengan lelaki yang mengaku sebagai nabi ini? Abu Sufyan berkata: Lalu aku menjawab: Aku.Kemudian aku dipersilakan duduk lebih dekat lagi ke hadapannya sementara teman-temanku yang lain dipersilakan duduk di belakangku. Kemudian Hiraklius memanggil juru terjemahnya dan berkata kepadanya: Katakanlah kepada mereka bahwa akuakan menanyakan kepada orang ini tentang lelaki yang mengaku sebagai nabi itu. Jika ia berdusta kepadaku, maka katakanlah bahwa ia berdusta.Abu Sufyan berkata: Demi Allah, seandainya aku tidak takut dikenal sebagai pendusta, niscaya aku akan berdusta. Lalu Hiraklius berkata kepada juru terjemahnya: Tanyakan kepadanya bagaimana dengan keturunan lelaki itu di kalangan kamu sekalian?Aku menjawab: Di kalangan kami, dia adalah seorang yang bernasab baik. Dia bertanya: Apakah ada di antara nenek-moyangnya yang menjadi raja?Aku menjawab: Tidak. Dia bertanya: Apa kamu sekalian menuduhnya sebagai pendusta sebelum dia mengakui apa yang dikatakannya? Aku menjawab: Tidak.Dia bertanya: Siapakah pengikutnya, orang-orang yang terhormatkah atau orang-orang yang lemah?Aku menjawab: Para pengikutnya adalah orang-orang lemah. Dia bertanya: Mereka semakin bertambah ataukah berkurang?Aku menjawab: Bahkan mereka semakin bertambah.Dia bertanya: Apakah ada seorang pengikutnya yang murtad dari agamanya setelah dia peluk karena rasa benci terhadapnya?Aku menjawab: Tidak.Dia bertanya:Apakah kamu sekalian memeranginya?Aku menjawab: Ya.Dia bertanya: Bagaimana peperangan kamu dengan orang itu?Aku menjawab: Peperangan yang terjadi antara kami dengannya silih-berganti, terkadang dia mengalahkan kami dan terkadang kami mengalahkannya.Dia bertanya: Apakah dia pernah berkhianat?Aku menjawab: Tidak. Dan kami sekarang sedang berada dalam masa perjanjian damai dengannya, kami tidak tahu apa yang akan dia perbuat. Dia melanjutkan: Demi Allah, aku tidak dapat menyelipkan kata lain dalam kalimat jawaban selain ucapan di atas.Dia bertanya lagi: Apakah perkataan itu pernah diucapkan oleh orang lain sebelum dia?Aku menjawab: Tidak.Selanjutnya Hiraklius berkata kepada juru terjemahnya: Katakanlah kepadanya, ketika aku bertanya kepadamu tentang nasabnya, kamu menjawab bahwa ia adalah seorang yang bernasab mulia. Memang demikianlah keadaan rasul-rasul yang diutus ke tengah kaumnya.Ketika aku bertanya kepada kamu apakah di antara nenek-moyangnya ada yang menjadi raja, kamu menjawab tidak. Menurutku, seandainya adadi antara nenek-moyangnya yang menjadi raja, aku akan mengatakan dia adalah seorang yang sedang menuntut kerajaan nenek-moyangnya.Lalu aku menanyakan kepadamu tentang pengikutnya, apakah mereka orang-orang yang lemah ataukah orang-orang yang terhormat. Kamu menjawab mereka adalah orang-orang yang lemah. Dan memang merekalah pengikut para rasul.Lalu ketika aku bertanya kepadamu apakah kamu sekalian menuduhnya sebagai pendusta sebelum dia mengakui apa yang dia katakan. Kamu menjawab tidak. Maka tahulah aku, bahwa tidak mungkin dia tidak pernah berdusta kepada manusia kemudian akan berdusta kepada Allah.Aku juga bertanya kepadamu apakah ada seorang pengikutnya yang murtad dari agama setelah ia memeluknya karena rasa benci terhadapnya. Kamu menjawab tidak. Memang demikianlah iman bila telah menyatu dengan orang-orang yang berhati bersih.Ketika aku menanyakanmu apakah mereka semakin bertambah atau berkurang, kamu menjawab mereka semakin bertambah. Begitulah iman sehingga ia bisa menjadi sempurna.Aku juga menanyakanmu apakah kamu sekalian memeranginya, kamu menjawab bahwa kamu sekalian sering memeranginya. Sehingga perang yang terjadi antara kamu dengannya silih-berganti, sesekali dia berhasil mengalahkanmu dan di lain kali kamu berhasil mengalahkannya. Begitulah para rasul akan senantiasa diuji, namun pada akhirnya merekalah yang akan memperoleh kemenangan.Aku juga menanyakanmu apakah dia pernah berkhianat, lalu kamu menjawab bahwa dia tidak pernah berkhianat. Memang begitulah sifat para rasul tidak akan pernah berkhianat.Aku bertanya apakah sebelum dia ada seorang yangpernah mengatakan apa yang dia katakan, lalu kamu menjawab tidak. Seandainya sebelumnya ada seorang yang pernah mengatakan apa yang diakatakan, maka aku akan mengatakan bahwa dia adalah seorang yang mengikuti perkataan yang pernah dikatakan sebelumnya.Dia melanjutkan: Kemudian Hiraklius bertanya lagi: Apakah yang ia perintahkan kepadamu?Aku menjawab: Dia menyuruh kami dengan shalat, membayar zakat, bersilaturahmi serta membersihkan diri dari sesuatu yang haram dan tercela.Hiraklius berkata: Jika apa yang kamu katakan tentangnya itu adalah benar, maka ia adalah seorang nabi. Dan aku sebenarnya telah mengetahuibahwa dia akan muncul, tetapi aku tidak menyangka dia berasal dari bangsa kamu sekalian. Dan seandainya aku tahu bahwa aku akan setia kepadanya, niscaya aku pasti akan senang bertemu dengannya.Dan seandainya aku berada di sisinya, niscaya akuakan membersihkan segala kotoran dari kedua kakinya serta pasti kekuasaannya akan mencapai tanah tempat berpijak kedua kakiku ini.Dia melanjutkan: Kemudian Hiraklius memanggil untuk dibawakan surat Rasulullah saw. lalu membacanya. Ternyata isinya adalah sebagai berikut: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, dari Muhammad, utusan Allah, untuk Hiraklius, Penguasa Romawi. Salam sejahtera semoga selalu terlimpah kepada orang-orang yang mau mengikuti kebenaran.Sesungguhnya aku bermaksud mengajakmu memeluk Islam. Masuklah Islam, niscaya kamu akan selamat. Masuklah Islam niscaya Allah akan menganugerahimu dua pahala sekaligus. Jika kamu berpaling dari ajakan yang mulia ini, maka kamu akan menanggung dosa seluruh pengikutmu.(Wahai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimah ketetapan yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain daripada Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allah).Selesai dia membaca surat tersebut, terdengarlah suara nyaring dan gaduh di sekitarnya. Lalu dia memerintahkan sehingga kami pun segera dikeluarkan. Lalu aku berkata kepada teman-temanku ketika kami sedang menuju keluar, Benar-benar telah tersiar ajaran Ibnu Abu Kabasyah, dan sesungguhnya dia benar-benar ditakuti oleh Raja Romawi.Abu Sufyan berkata: Aku masih terus merasa yakin dengan ajaran Rasulullah s.a.w. bahwa ia akan tersiar luas sehingga Allah berkenan memasukkan ajaran Islam itu ke dalam hatiku. [Hadis 1745 jilid 3 sahih Muslim]



