Mencari keridhoan Allah swt

Tampilkan postingan dengan label nabi muhammad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nabi muhammad. Tampilkan semua postingan

Anjing-anjing Neraka




Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :

Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin.
Tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu  kepada orang lain.
Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain.

Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka.

Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat.

Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut    kepada perangaimu yang tidak baik.

Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain.

Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain.

Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu.

Nescaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruk kepada buruj yang lain."

Sabda Rasulullah S.A.W., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya."

Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?"
Sabda Rasulullah S.A.W., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T."

Percobaan pencurian jasad Rasulullah saw

Percaya gak, ternyata jasad Rasulullah saw pernah hampir dicuri?.Peristiwa yang memilukan dan nyaris menampar wajah umat islam ini terjadi pada tahun 1164 M atau 557 H, sebagaimana telah dicatat oleh sejarawan Ali Hafidz dalam kitab Fusul min Tarikhi AL-Madinah Al Munawaroh. 



Telah kita ketahui bahwa hampir dapat dipastikan sebagian besar orang yang berziarah ke masjid Nabawi pasti tak pernah lupa untuk menghampiri makam Rasulullah SAW, yang diapit oleh makam Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar. ra. Mereka berbondong-bondong menuju makam sang nabi Fenomenal itu. Untuk sekedar melihat-lihat atau memanjatkan doa.

Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh kondisi umat islam pada masa dinasti Abbasiyah di Baghdad. Kondisi umat Islam saat itu menunjukkan situasi yang semakin melemah dari waktu ke waktu. Umat Islam mengalami perpecahan sehingga menyebabkan berdirinya beberapa kerajaan Islam di beberapa daerah. melihat kondisi yang demikian tak di sia-siakan begitu saja oleh orang-orang kafir yang merasa kesempatan emas untuk mencoreng wajah umat Islam dan membuat umat Islam jatuh. Diam-diam mereka telah menyusun rencana untuk mencuri jasad Nabi Muhammad. 

Setelah terjadi kesepakatan oleh para penguasa Eropa, mereka pun mengutus dua orang untuk menjalankan misi keji itu. Misi itu mereka laksanakan bertepatan dengan musim haji. Dimana pada musim itu banyak jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji.

Kedua orang ini menyamar sebagai jamaah haji dari Andalusia yang memakai pakaian khas Maroko. Kedua spionase itu ditugaskan melakukan pengintaian awal kemungkinan untuk mencari kesempatan mencuri jasad Nabi Muhammad SAW.
Setelah melakukan kajian lapangan, keduanya memberanikan diri untuk menyewa sebuah penginapan yang lokasinya dekat dengan makam Rasulullah. Mereka membuat lubang dari dalam kamarnya menuju makam Rasulullah.

Belum sampai pada akhir penggalian, rencara tersebut telah digagalkan oleh Allah melalui seorang hamba yang akhirnya mengetahui rencana busuk itu.
Ialah.Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki,seorang hamba sekaligus penguasa Islam kala itu yang mendapatkan petunjuk melalui mimpi akan ancaman terhadap makam Rasulullah. 


Sultan mengaku bermimpi bertemu dengan Rasulullah sambil menunjuk dua orang lelaki berambut pirang dan berujar:“ Wahai Mahmud, selamatkan jasadku dari maksud jahat kedua orang ini.” Sultan terbangun dalam keadaan gelisah lalu beliau melaksanakan sholat malam dan kembali tidur. Namun, Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa Rasulullah hingga tiga kali dalam semalam.

Malam itu juga Sultan segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan dari damaskus ke madinah yang memakan waktu 16 hari, dengan mengendarai kuda bersama 20 pengawal serta banyak sekali harta yang diangkut oleh puluhan kuda. Sesampainya di Madinah, sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan sholat di Raudhah dan berziarah ke makam Nabi SAW. Sultan bertafakur dan termenung dalam waktu yang cukup lama di depan makam Nabi SAW.
Lalu menteri Jamaluddin menanyakan sesuatu, “Apakah Baginda Sultan mengenal wajah kedua lelaki itu? “Iya”, jawab Sultan Mahmud.

Maka tidak lama kemudian Menteri Jamaludin mengumpulkan seluruh penduduk Madinah dan membagikan hadiah berupa bahan makanan sambil mencermati wajah orang yang ada dalam mimpinya. Namun sultan tidak mendapati orang yang ada di dalam mimpi itu diantara penduduk Madinah yang datang mengambil jatah makanan. Lalu menteri Jamaluddin menanyakan kepada penduduk yang masih ada di sekitar Masjid Nabawi. “Apakah diantara kalian masih ada yang belum mendapat hadiah dari Sultan?”Tidak ada, seluruh penduduk Madinah telah mendapat hadiah dari Sultan, kecuali dua orang dari Maroko tersebut yang belum mengambil jatah sedikitpun. Keduanya orang saleh yang selalu berjamaah di Masjid Nabawi.” Ujar seorang penduduk. 

Kemudian Sultan memerintahkan agar kedua orang itu dipanggil. Dan alangkah terkejutnya sultan, melihat bahwa kedua orang itu adalah yang ia lihat dalam mimpinya. Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jamaah dari Andalusia Spanyol. Meski sultan sudah mendesak bertanya tentang kegiatan mereka di Madinah. Mereka tetap tidak mau mengaku. Sehingga sultan meninggalkan kedua lelaki itu dalam keadaan penjagaan yang ketat.


Kemudian sultan bersama menteri dan pengawalnya pergi menuju ke penginapan kedua orang tersebut. Sesampainya di rumah itu yang di temuinya adalah tumpukan harta, sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf al-Qur’an. Sultan berkeliling ke kamar sebelah. Saat itu Allah memberikan ilham, sultan Mahmud tiba-tiba berinisiatif membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut. Masya Allah, Subhanallah, ditemukan sebuah papan yang di dalamnya menganga sebuah lorong panjang, dan setelah diikuti ternyata lorong itu menuju ke makam Nabi Muhammad.

Seketika itu juga, sultan segera menghampiri kedua lelaki berambut pirang tersebut dan memukulnya dengan keras. Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus oleh raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi SAW.


Pada pagi harinya, keduanya dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam Nabi SAW. Kemudian sultan Mahmud memerintahkan penggalian parit di sekitar makam Rasulullah dan melapisinya dengan timah. Setelah pembangunan selesai, sultan Mahmud dan rombongan pulang ke negeri Syam untuk kembali memimpin kerajaannya.

Kisah da'sur mengancam Nabi Muhammad saw

ilustrasi
Suatu kwtika Nabi Muhammad saw terlelap sendirian di bawah pohon. Da'sur, seorang penunggang kuda yang sangat memusuhi Nabi datang menghampiri.
Terganggu oleh suara berisik, Rasulullah membuka kedua matanya dan melihat sebilah pedang mengkilap terayun-ayun tepat di atas kepala beliau.
"Siapa yang akan melindungimu sekarang?" bentak Da'sur kasar dan mengejek.
"Allah," jawab Nabi Muhammad saw tenang dan penuh percaya diri.
Da'sur tersentak oleh jawaban Nabi yang sangat tenang, tubuhnya bergetar hingga membuat pedangnya lepas dari tangan.
Nabi bangkit, lalu memungut pedang itu seraya bertanya,
"Siapa yang akan melindungimu sekarang?"
"Tidak ada," jawab ksatria musyrik itu.
"Ada," kata Nabi, "Allah juga yang akan melindungimu.
Ambil kembali pedangmu, dan pergi dari sini!"kata Nabi. Sang ksatria yang keheranan itu pun beranjak pergi meninggalkan Nabi Muhammad saw.

Propaganda kafir quraisy untuk membendung penyebaran islam




ilustrasi
Pada awal mula Nabi Muhammad mulai menyebarkan Islam, hari demi hari ia mendapat banyak pengikut baru. Tekanan
kaum Quraisy terhadap beliau terbukti tidak mampu membendung arus agama islam yang baru dibawanya.
Kini bahkan orang-orang asing di luar Mekah banyak yang memeluk Islam. Keadaan ini membuat gusar kaum kafir Quraisy.

Mereka pun mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan bagaimana melakukan propaganda yang efektif bagi orang-orang di luar Mekah agar mereka tidak masuk Islam.

Salah seorang berdiri dan berkata, "Kita bisa mengatakan kepada orang-orang asing bahwa Muhammad tidak lebih dari tukang ramal."
Walid bin Mughirah, berkata dengan nada protes, "Orang tidak akan mempercayai pendapat ini. Karena aku sering menemui banyak tukang ramal, namun ucapan dan nasihat Muhammad tidak mirip sama sekali dengan mereka."

Orang kedua menimpali, "Kalau begitu kita bilang saja pada mereka bila Muhammad itu gila". Lagi-lagi Walid membantah, "Ini pun tidak akan bisa meyakinkan orang."

Orang ketiga mengajukan usul, "Kita bilang bahwa Muhammad itu sekedar penyair."
Walid kembali menyanggah, "Aku sangat menguasai dunia syair, tetapi ucapan Muhammad tidak memiliki kemiripan sama sekali dengan syair."

Orang keempat berkata, '"Dia itu tukang sihir" .Walid menimpali, "Keluhuran budi pekertinya, keagungan dakwahnya, dan etika berpakaian Muhammad tidak pernah terlihat pada seorang penyihir pun."

Orang kelima menanyakan kepada Walid tentang pendapatnya, lalu ia menjawab, "Aku tidak tahu bagaimana mengurangi citra Muhammad di mata orang lain.
Ucapannya sangat murni, sangat indah dan mernikat sehingga bisa memisahkan anak dari orangtuanya, orangtua dengan anaknya, istri dari suaminya, bahkan sesama saudara."

Fakta menarik tentang Nabi Muhammad SAW

ilustrasi
Sebelum kita mengetahui fakta menarik Nabi kita Muhammad SAW, marirah kita panjatkan sholawat keatas beliau, keluarga dan sahabat. Semoga kita mendapat syafaat beliau kelak, amin. Adapun fakta menariknya:

1. Nabi Muhammad SAW tidak mau melepaskan tangannya saat berjabat sebelum mitranya melepaskan terlebih dahulu.
2. Nabi Muhammad SAW tidak pernah menjulurkan kaki ketika duduk di hadapan sahabat-sahabatnya.
3. Nabi Muhammad SAW menoleh dengan seluruh badannya, dan menunjuk dengan seluruh jarinya.
4. Nabi Muhammad SAW jika berbicara sesekali menggigit bibir tanda berpikir, menepuk telapak kiri dengan jari telunjuk.
5. Cetusan yang paling buruk dalam perkataan Nabi Muhammad SAW "Apa yang terjadi pada orang itu? Semoga dahinya berlumur lumpur."
6. Harta Nabi Muhammad SAW yang paling mewah adalah sepasang alas kaki berwarna kuning, hadiah dari Negus,penguasa Abissinia.
7. Nabi Muhammad SAW tinggal di pondok kecil beratap jerami yang kamar-kamarnya dipisahkan oleh batang-batang pohon yang direkat dengan lumpur bercampur kapur.
8. Nabi Muhammad SAW sendiri yang menyalakan api, mengepel lantai, memerah susu dan menjahit alas kakinya yang putus.
9. Santapan Nabi Muhammad SAW yang paling mewah, meski jarang dinikmatinya, adalah madu, susu dan lengan kambing.
10. Nabi Muhammad SAW gagah berani, namun memiliki senyum yang sangat memikat dan malu mempermalukanorang.
11. Nabi SAW menghimpun dalam dirinya 4 tipe manusia secara sempurna, pekerja, pemikir, pengabdiAllah dan seniman.
12. Nabi SAW selalu memilih yang termudah, selama halal, bila berhadapan dengan pilihan.
13. Senyumnya menyejukkan, dilukiskan sebagai butir salju di oase.
14. Beliau tidak pernah sakit gigi. Beliau bersiwak tak kurang 10 kali sehari.
15. Warna kulit beliau putih kemerah-merahan.

Sungguh sempurna sosok nabi kita, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.amin. Dikutip dari: islampos.com












SURAT NABI MUHAMMAD SAW KEPADA RAJA NEGUS

Pada tahun keenam dari hijrah, Rasulullah SAW mengutus Amru bin umayyah untuk membawa surat kepada raja negus ( Ashimah ), yakni raja Ethiopia untuk menyerunya kepada agama islam.
Inilah isi surat nabi Muhammad SAW:

"Dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang.
Dari Muhammad Rasulullah,
Kepada An-najhasyi( Ashhimah, raja ethiopia )
Amma ba'du, bahwasannya memuji kepada Allah yang tidak ada tuhan kecuali Dia, Raja, Yang maha suci, Yang maha memelihara. Dan saya menyaksikan bahwa Isa putra maryam itu ialah Ruh Allah dan Tiupan-Nya, Sebagaimana Ia telah menciptakan Adam dengan Tiupan-Nya.
Aku mengajakmu kepada Allah hanya Ia yang esa dan tidak ada sekutu baginya, serta bertakwa hanya kepadaNya. Dan hendaklah engkau mengikuti seruanku serta beriman kepada apa yang aku bawa. Karena aku adalah utusan Allah, aku menyerumu dan menyeru balatentaramu kepada Allah Ta'ala.
Aku telah menyampaikan dan menasehatkan, maka terimalah nasehatku. Sebelumnya aku telah mengutus kepada kalian saudara sepupuku ja'far beserta beberapa orang muslimin, maka berikanlah kepada mereka tempat tinggal yang baik dan jauhkanlah diri dari sifat sombong.
Semoga keselamatan atas orang yang mengikuti petunjuk".

Ketika surat itu selesai dibacanya, lalu diletakkan negus dipelupuk matanya dan diagubgkanya. Lalu surat itu diletakkan di dalam kotak kecil yang terbuat dari gading gajah, seraya berkata:
" Demi Allah, senantiasalah negeri ethiopia akan sentosa selama surat ini berada pada mereka".

Kemudian ia menyatakan keislamanya dan memberikan bai'at kepada ja'far bin abuthalib.

SEMOGA KESELAMATAN ATAS ORANG-ORANG YANG MENGIKUTI PETUNJUK.

HIKMAH PENGUTUSAN NABI MUHAMMAD SAW

Sebelum masa nubuah muhammadiah, keadaan masyarakat arab khususnya gelap pekat karna kekufuran dan kefasikan. Manusia pada waktu itu tenggelam dalam arus kezaliman dan keaniayaan. Pada masa itu kerajaan parsi dan romawi merupakan kerajaan adidaya yang menguasai hampir seluruh bangsa-bangsa didunia. Parsi menguasai timur dan romawi menguasai barat. Pajak berat yang nenindas,perbudakan tanpa belas kasihan,darah bercucuran keatas bumi dan hak asasi tidak ada sama sekali. Pada saat itu kaum yang dijajah merasa tercekam oleh rasa takut oleh penguasa. Adapun bangsa arab yang bebas merdeka,maka peperangan dan persengketaan antara kabilah-kabilah disanalah yang menjadi kehancuran mereja. Orang arab menganggap peperangan dan perampasan itu termasuk suatu kemuliaan dan kedudukan tinggi.kebuasan mereka sudah sangat demikian rawanya,sehingga mereka tega membunuh bayi perempuan mereka karna dianggap takut kalau-kalau kelak ia berbuat zinah dan membawa aib bagi keluarga. Masih banyak kezaliman-kezaliman serta penindasan yang terjadi pada waktu itu. Adapun keyakinan yang dianut mereka terbagi dalam golongan dan mazhab yang beraneka ragam. Ada yang menyembah binatang, batu ,api, benda-benda angkasa dan kepercayaan sesat lainnya. Disela-sela kepercayaan yang batil itu, ada juga sisa-sisa syariat agama peninggalan rasul-rasul terdahulu pada beberapa orang diantara mereka,namun itupun telah mereka ubah sehingga tidak sesuai lagi dengan aslinya. Maka mereka pun jadi sesat dan menyesatkan. Karna semua fitnah berkecamuk saat itu, dunia menjadi kelam dan bumi seakan-akan berkata " Tuhanku, bebaskanlah aku dari marabahaya ini dan tolonglah aku dari kesulitan ini" Maka Allah mengabulkan permintaannya dengan mengutus rasul yang mulia, yang berakhlak agung kepada seluruh manusia. Yang berasal dari sebaik-baik bangsa, kabilah, dan semulia-mulia keluarga. Dia adalah seutama-utama nabi, rasul, dan semua makhluk. Baginda nabi Muhammad saw dilahirkan pada 12 rabi'ulawal tahun gajah ( 20 april tahun 571 masehi ). Ayah beliau wafat sebelum ia dilahirkan, dan ibunya wafat pada saat beliau berumur enam tahun. Lalu beliau dirawat oleh kakeknya abdul muthalib, tapi hanya dua tahun kakeknya pun wafat dan akhirnya baginda nabi Muhammad saw dirawat oleh pamanya abuthalib. Diriwayatkan bahwasanya kakeknya abdulmuthalib mempunyai tempat duduk yang diletakkan dibawah naungan ka'bah, sebagai penghormatan baginya. Tidak ada seorangpun yang berani duduk disitu selain dirinya. Pada suatu hari saat rasulullah masih kanak-kanak, beliau duduk diatasnya tanpa sempat dicegah oleh pamanya. Lantas abdulmuthalib berkata: biarkan cucuku itu, sesungguhnya dia itu memiliki suatu perkara yang besar. Baginda dibesarkan ditengah-tengah kepercayaan yang beraneka ragam, namun beliau tumbuh dewasa dengan kepercayaan yang bertentangan dengan kaumnya. Seandainya beliau belajar membaca dan menulis atau golongan orang ahli pidato dan penyair, tentu perbedaan itu dapat diterima akal. Beliau sangat membenci berhala sejak kecil sampai diutus menjadi rasul, akhlak beliau sangat mulia sehingga beliau mendapat gelar al-amin oleh kaumnya karna perkataannya dapat dipercaya. Sungguh menakjubkan rasul yang mulia ini, ia tidak memiliki balatentara, kekuatan atau harta benda. Tetapi beliau berjuang seorang diri tanpa pembantu yang menolongnya. Beliau menghadapi penguasa-penguasa angkuh dan bangsawan dari segenap lapisan. Beliau tundukkan mereka semua dari kesombongan dan keangkuhan mereka kepada sifat rendah hati dan hina menghadap Tuhan semesta alam. Beliau mengajarkan bahwa kemuliaan itu hanya milik Allah. Beliau meneriakkan dihadapan orang musyrik itu agar meninggalkan berhala. Beliau berkata " TIDAK ADA YANG PATUT DISEMBAH KECUALI TUHAN YANG ESA, YANG MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA, YANG TERSEMBUNYI DARI PANDANGAN, YANG TIDAK DIBATASI RUANG DAN TIDAK BERLAKU MASA ATASNYA, DAN AKAL PIKIRAN TIDAK DAPAT MENGGAMBARKAN DZATNYA". Beliau juga meneriakkan kepada ahli kitab yang telah merubah dan memutarbalikkan isi kitab yang diturunkan Allah kepada mereka. "KATAKANLAH, HAI AHLI KITAB MARILAH KEPADA SUATU KALIMAT (KETETAPAN) YANG TIDAK ADA PERSELISIHAN ANTARA KAMI DAN KAMU, BAHWA TIDAK KITA SEMBAH KECUALI ALLAH DAN TIDAK KIRA PERSEKUTUKAN DIA DENGAN SUATU APAPUN" (Q.S Ali imran: 64) Betapa beliau seorang diri tanpa pembantu yang menolongnya, memperjuangkan semua ini sendiri. Dengan seorang diri beliau tundukkan raja-raja dan bangsa-bangsa. Sekalipun lemah beliau tundukkan orang-orang angkuh, kaisar romawi dan kisra. Sekalipun buta huruf beliau telah mencengangkan ahli-ahli filsafat, penyair,dan ahli pidato. Dengan dakwahnya itu, beliau menimbulkan rasa kagum kepada orang-oranh berilmu, yang dengan seorang diri berhasil menundukkan penguasa adidaya masa itu. Lantas bagaimana beliau mendapatkan itu semua? Sesungguhnya beliau mendapatkan itu semua karna bantuan kekuatan dari dzat yang menjadikan angin yang menjadikan kekuatan dan pemberi hikmat. Yang nengajar dengan pena, mengajar manusia apa-apa yang tidak ia ketahui. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Wasalamualaikum.

SURAT NABI MUHAMMAD KEPADA HERAKLIUS SANG KAISAR ROMAWI

Berikut adalah surat nabi Muhammad yang dikirim kepada kaisar romawi melalui seorang sahabat.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraklius Kaisar Romawi yang agung.
Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Salain dari pada itu, sesungguhnya aku mengajak kamu untuk memeluk Islam. Masuklah kamu ke agama Islam maka kamu akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah memberikan pahala bagimu dua kali dan jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa orang orang Romawi.
“Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimah (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebahagian kita menjadikan sebahagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahawa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.  (Surah Aali-Imran : 64)  [Sahih Al-Bukhari 1/4,5]

Kelanjutan Kisahnya,

Dari Ibnu ‘Abbas r.a. katanya Abu Sufyan mengisahkan kepadanya dari mulut Abu Sufyan sendiri.
berikut kisahnya :  “Pada masa berlangsungnya perjanjian Damai antara aku dengan Rasulullah s.a.w., aku pergi berniaga ke Syam. Ketika itu aku sedang berada di sana, disampaikan orang sepucuk surat dari Rasulullah s.a.w kepada Kaisar Heraklius(Hercules), penguasa Rumawi.Yang membawa surat itu adalah Dihyah Al-Kalbi yang langsung menyerahkannya kepada Penguasa Basrah. Selanjutnya, Penguasa Basrah menyerahkan kepada Hiraklius. Hiraklius lalu bertanya: Apakah di sini terdapat seorang dari kaum lelaki yang mengaku sebagai nabi ini?
Mereka menjawab: Ya! Maka aku pun dipanggil bersama beberapa orang Quraisy lainnya sehingga masuklah kami menghadap Hiraklius. Setelah mempersilakan kami duduk di hadapannya,Hiraklius bertanya: Siapakah di antara kamu sekalian yang paling dekat nasabnya dengan lelaki yang mengaku sebagai nabi ini? Abu Sufyan berkata: Lalu aku menjawab: Aku.Kemudian aku dipersilakan duduk lebih dekat lagi ke hadapannya sementara teman-temanku yang lain dipersilakan duduk di belakangku. Kemudian Hiraklius memanggil juru terjemahnya dan berkata kepadanya: Katakanlah kepada mereka bahwa akuakan menanyakan kepada orang ini tentang lelaki yang mengaku sebagai nabi itu. Jika ia berdusta kepadaku, maka katakanlah bahwa ia berdusta.Abu Sufyan berkata: Demi Allah, seandainya aku tidak takut dikenal sebagai pendusta, niscaya aku akan berdusta. Lalu Hiraklius berkata kepada juru terjemahnya: Tanyakan kepadanya bagaimana dengan keturunan lelaki itu di kalangan kamu sekalian?Aku menjawab: Di kalangan kami, dia adalah seorang yang bernasab baik. Dia bertanya: Apakah ada di antara nenek-moyangnya yang menjadi raja?Aku menjawab: Tidak. Dia bertanya: Apa kamu sekalian menuduhnya sebagai pendusta sebelum dia mengakui apa yang dikatakannya? Aku menjawab: Tidak.Dia bertanya: Siapakah pengikutnya, orang-orang yang terhormatkah atau orang-orang yang lemah?Aku menjawab: Para pengikutnya adalah orang-orang lemah. Dia bertanya: Mereka semakin bertambah ataukah berkurang?Aku menjawab: Bahkan mereka semakin bertambah.Dia bertanya: Apakah ada seorang pengikutnya yang murtad dari agamanya setelah dia peluk karena rasa benci terhadapnya?Aku menjawab: Tidak.Dia bertanya:Apakah kamu sekalian memeranginya?Aku menjawab: Ya.Dia bertanya: Bagaimana peperangan kamu dengan orang itu?Aku menjawab: Peperangan yang terjadi antara kami dengannya silih-berganti, terkadang dia mengalahkan kami dan terkadang kami mengalahkannya.Dia bertanya: Apakah dia pernah berkhianat?Aku menjawab: Tidak. Dan kami sekarang sedang berada dalam masa perjanjian damai dengannya, kami tidak tahu apa yang akan dia perbuat. Dia melanjutkan: Demi Allah, aku tidak dapat menyelipkan kata lain dalam kalimat jawaban selain ucapan di atas.Dia bertanya lagi: Apakah perkataan itu pernah diucapkan oleh orang lain sebelum dia?Aku menjawab: Tidak.Selanjutnya Hiraklius berkata kepada juru terjemahnya: Katakanlah kepadanya, ketika aku bertanya kepadamu tentang nasabnya, kamu menjawab bahwa ia adalah seorang yang bernasab mulia. Memang demikianlah keadaan rasul-rasul yang diutus ke tengah kaumnya.Ketika aku bertanya kepada kamu apakah di antara nenek-moyangnya ada yang menjadi raja, kamu menjawab tidak. Menurutku, seandainya adadi antara nenek-moyangnya yang menjadi raja, aku akan mengatakan dia adalah seorang yang sedang menuntut kerajaan nenek-moyangnya.Lalu aku menanyakan kepadamu tentang pengikutnya, apakah mereka orang-orang yang lemah ataukah orang-orang yang terhormat. Kamu menjawab mereka adalah orang-orang yang lemah. Dan memang merekalah pengikut para rasul.Lalu ketika aku bertanya kepadamu apakah kamu sekalian menuduhnya sebagai pendusta sebelum dia mengakui apa yang dia katakan. Kamu menjawab tidak. Maka tahulah aku, bahwa tidak mungkin dia tidak pernah berdusta kepada manusia kemudian akan berdusta kepada Allah.Aku juga bertanya kepadamu apakah ada seorang pengikutnya yang murtad dari agama setelah ia memeluknya karena rasa benci terhadapnya. Kamu menjawab tidak. Memang demikianlah iman bila telah menyatu dengan orang-orang yang berhati bersih.Ketika aku menanyakanmu apakah mereka semakin bertambah atau berkurang, kamu menjawab mereka semakin bertambah. Begitulah iman sehingga ia bisa menjadi sempurna.Aku juga menanyakanmu apakah kamu sekalian memeranginya, kamu menjawab bahwa kamu sekalian sering memeranginya. Sehingga perang yang terjadi antara kamu dengannya silih-berganti, sesekali dia berhasil mengalahkanmu dan di lain kali kamu berhasil mengalahkannya. Begitulah para rasul akan senantiasa diuji, namun pada akhirnya merekalah yang akan memperoleh kemenangan.Aku juga menanyakanmu apakah dia pernah berkhianat, lalu kamu menjawab bahwa dia tidak pernah berkhianat. Memang begitulah sifat para rasul tidak akan pernah berkhianat.Aku bertanya apakah sebelum dia ada seorang yangpernah mengatakan apa yang dia katakan, lalu kamu menjawab tidak. Seandainya sebelumnya ada seorang yang pernah mengatakan apa yang diakatakan, maka aku akan mengatakan bahwa dia adalah seorang yang mengikuti perkataan yang pernah dikatakan sebelumnya.Dia melanjutkan: Kemudian Hiraklius bertanya lagi: Apakah yang ia perintahkan kepadamu?Aku menjawab: Dia menyuruh kami dengan shalat, membayar zakat, bersilaturahmi serta membersihkan diri dari sesuatu yang haram dan tercela.Hiraklius berkata: Jika apa yang kamu katakan tentangnya itu adalah benar, maka ia adalah seorang nabi. Dan aku sebenarnya telah mengetahuibahwa dia akan muncul, tetapi aku tidak menyangka dia berasal dari bangsa kamu sekalian. Dan seandainya aku tahu bahwa aku akan setia kepadanya, niscaya aku pasti akan senang bertemu dengannya.Dan seandainya aku berada di sisinya, niscaya akuakan membersihkan segala kotoran dari kedua kakinya serta pasti kekuasaannya akan mencapai tanah tempat berpijak kedua kakiku ini.Dia melanjutkan: Kemudian Hiraklius memanggil untuk dibawakan surat Rasulullah saw. lalu membacanya. Ternyata isinya adalah sebagai berikut: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, dari Muhammad, utusan Allah, untuk Hiraklius, Penguasa Romawi. Salam sejahtera semoga selalu terlimpah kepada orang-orang yang mau mengikuti kebenaran.Sesungguhnya aku bermaksud mengajakmu memeluk Islam. Masuklah Islam, niscaya kamu akan selamat. Masuklah Islam niscaya Allah akan menganugerahimu dua pahala sekaligus. Jika kamu berpaling dari ajakan yang mulia ini, maka kamu akan menanggung dosa seluruh pengikutmu.(Wahai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimah ketetapan yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain daripada Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allah).Selesai dia membaca surat tersebut, terdengarlah suara nyaring dan gaduh di sekitarnya. Lalu dia memerintahkan sehingga kami pun segera dikeluarkan. Lalu aku berkata kepada teman-temanku ketika kami sedang menuju keluar, Benar-benar telah tersiar ajaran Ibnu Abu Kabasyah, dan sesungguhnya dia benar-benar ditakuti oleh Raja Romawi.Abu Sufyan berkata: Aku masih terus merasa yakin dengan ajaran Rasulullah s.a.w. bahwa ia akan tersiar luas sehingga Allah berkenan memasukkan ajaran Islam itu ke dalam hatiku.  [Hadis 1745 jilid 3 sahih Muslim]